Aku adalah seorang wanita yang katanya dicipta dari sepotong tulang
rusuk pria. Pria itu adalah dirimu. Tahukah, jika itu hanya kiasan? Meski nyata
bagi Adam Hawa.
Aku adalah seorang yang biasa dari segumpal darah. Kita akan sama-sama
percaya itu pabila meninggalkan alam imajinasi yang memenuhi ruang kita. Kita
hanyalah orang biasa yang ingin luar biasa dari sikap dan kecintaan pada Sang
Maha Besar.
Siapapun aku, izinkan kuajak siapapun dirimu bermain metafora di alam
raya.
Kita mulai? Ok!
Jika aku tercipta dari tulang rusukmu dan kau telah dekat dariku,
sementara aku masih mencari rumah rusuk di tempat lain, terus berusaha
memasang-masangkan diriku dengan orang lain yang bukan pasanganku, apa yang
terjadi? Sementara kau terus memanggil-manggilku dalam doamu, dalam kebisuaan
yang hening.
Sesak, sakit dalam batin, tersiksa. Itulah yang akan terjadi jika kita
saling meresapi jiwa satu sama lain.
Sebab kutak pernah ingin menyakitimu, maka kutarik hatiku jika mulai
menjelajah ke tempat-tempat lain yang bukan rumahnya apalagi ke tempat-tempat
yang asing bagi sepotong rusuk bernama aku.
Lantas, bagaimana aku mengenalmu?
Biarkan Tuhan yang membimbing mempertemukan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar