Kamis, 17 Oktober 2013

Kesendirian Bunda, Lenyapku




Apa yang kukhawatirkan sebelum tinggal terpisah dengan Bunda?

Yaitu ketika Bunda kesepian, ketika Bunda sendiri, ketika ia tak ada yang menemani.
Seakan kubisa merasakan sepinya, kurasakan jenuhnya, dan kehampaan yang menguasai dirinya. Seberapa ramai pun aku di tempat orang, perasaanku adalah perasaannya Bunda.

ALLAH. 
Hanya padaNya selalu kutemukan celah, meminta padaNya agar hatinya teramaikan, bersemarak oleh pikiran dan perasaan yang membahagiakan atau ia dikelilingi orang-orang yang bisa melipur laranya. Kuselalu berharap demikian baru kureba pada ketenangan.

Bunda, seberapa jauh pun aku darimu, hatiku telah menjadi milikmu, telah penuh akan perhatian terhadapmu. Semoga tetap subur hingga selamanya, hingga tiada henti, hingga abadi.

Sendirimu adalah lenyapku, Bunda
Seakan menguap ragaku bila kutahu kau sedang sendiri
Seakan tak meletak kakiku di bumi
Dan kurasalah kehampaan hati

Enam tahun tinggal berdua dalam kelekatan yang amat
Cukup membentuk hatiku akan perhatianku terhadapmu
Cukup bagiku agar menyiapkan porsi berlebih untukmu
Jiwaku telah melepuh, Bunda

Bunda, kesenanganku masih selalu ada
bila bisa menyiapkanmu makanan dan kau tinggal santap
mencucikan pakaian-pakaianmu dan kau tinggal lepas pakai
dan beristirahat di rumah yang telah kurapibersihkan 

Bunda, maafkan anakmu...

Tidak ada komentar: