Apa yang kukhawatirkan sebelum tinggal terpisah
dengan Bunda?
Yaitu ketika Bunda kesepian, ketika Bunda sendiri,
ketika ia tak ada yang menemani.
Seakan kubisa merasakan sepinya, kurasakan jenuhnya,
dan kehampaan yang menguasai dirinya. Seberapa ramai pun aku di tempat orang,
perasaanku adalah perasaannya Bunda.
ALLAH.
Hanya padaNya selalu kutemukan celah, meminta
padaNya agar hatinya teramaikan, bersemarak oleh pikiran dan perasaan yang
membahagiakan atau ia dikelilingi orang-orang yang bisa melipur laranya.
Kuselalu berharap demikian baru kureba pada ketenangan.
Bunda, seberapa jauh pun aku darimu, hatiku telah
menjadi milikmu, telah penuh akan perhatian terhadapmu. Semoga tetap subur
hingga selamanya, hingga tiada henti, hingga abadi.
Sendirimu
adalah lenyapku, Bunda
Seakan
menguap ragaku bila kutahu kau sedang sendiri
Seakan
tak meletak kakiku di bumi
Dan
kurasalah kehampaan hati
Enam
tahun tinggal berdua dalam kelekatan yang amat
Cukup
membentuk hatiku akan perhatianku terhadapmu
Cukup
bagiku agar menyiapkan porsi berlebih untukmu
Jiwaku
telah melepuh, Bunda
Bunda, kesenanganku masih selalu ada
bila bisa menyiapkanmu makanan dan kau tinggal santap
mencucikan pakaian-pakaianmu dan kau tinggal lepas pakai
dan beristirahat di rumah yang telah kurapibersihkan
Bunda, maafkan anakmu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar