Kamis, 13 Juni 2013

Dan Dunia semakin aneh, atau semakin butuh Perhatian?



Tuhanku, apa maksud dari semua yang Kau singgahkan di lingkaran hidupku? Dramatisir duniaku yang kuhayati, dan semakin kukerdil dalam bingkai penghayatan.

Tuhan, kau letakkan aku dimana sekarang?

Setelah membuka pintu kamar kost di pagi hari saat hendak berangkat ke kampus, kejutan mengerikan tertata rapi di samping tangga. Berupa botol-botol bertopi miring tersenyum manis menyambut. Membiaskan nuraniku.

Setelah semalaman terganggu oleh teriakan ababil di setiap masa pada dunia gemerlap para pemiskin kehidupan. Mereka melantunkan syair-syair neraka di garis hijabku yang setipis papan teriris. Amukan-amukan ketidaksadaran mereka mengajakku membaca makna dan mengurai rasa syukur sekaligus gelisah bertabur tanda baca berkecamuk mencari jawaban bahwa tak ada yang sia-sia di dunia ini.

Di malam hari berikutnya. Tuhan, sepertinya Kau kembali membelaiku dengan kasihMu. Seorang titipanMu menjelma sangar di perjalanan sepi. Mengagetkan teman yang kutemani, teman seperjalanan yang tergores bekas luka.

Keesokan pagi selanjutnya, tanda baca itu semakin sangar tapi semakin lembut kurasakan belaianMu, Tuhan. Seorang dari jenis yang sama sebelumnya, juga menggeliatkan kesangaran tapi kutak terusik dengan ketakutan. Kunikmati dalam-dalam, sambil berlirih di dalam hati apa maksud semua ini, Tuhan? Pahamkan aku!

Dua hari kemudian, seorang Ibu yang bak malaikat Kau kirim menyingkap cakrawala tanda-tanda baca itu.

Di awali dari aliran cerita yang kami sampaikan sebagai curahan, ketika bertandang ke warungnya, pada Ibu itu yang sudah kami percaya. Semua kejutan-kejutanMu kami ceritakan pada Ibu itu, Sang Ibu menjawab, “Hati-hati, Nak. Biar itu bukan kita yang berbuat maksiat, kita juga orang-orang di sekitarnya akan terkena akibat perbuatannya.”

Degggg... aku tersedak. Iyya, pasti serangkaian peristiwa dramatis yang kualami beberapa hari terakhir ini adalah pembenaran akan hal itu.

Tapi, Tuhan. Kuharap Kau selalu menggerakkan hatiku untuk melakukan yang terbaik. Kuharap Kau selalu menggelarkan hikmah di pemaknaanku meski derita kehidupan begitu menghimpitku.

Dan tetapkanlah hatiku pada pilihan dalam kedilemaan ladang dakwah yang kutahu tidak mudah itu... Rabb, Kaulah penuntun hidupku.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang Kau dustakan?

13 Juni 2013 *//////// gerimis

Tidak ada komentar: