Saat
kau ingin mengajakku jalan. Jangan pernah membawaku ke pusat perbelanjaan, ke
taman wisata, ke gedung-gedung mewah, ke rumah makan termahal atau keliling
dunia. Jangan mengajakku ke gunung, ke lembah, ke taman bunga ataupun ke pantai
apalagi ke hutan. Jangan pernah mengajakku ke sudut-sudut dunia yang kumuh karena
belum tersentuh kelicikan atau telah muntah-muntah oleh kelicikan itu sendiri,
sebab itu, aku yang akan mengajakmu. Jangan pula mengajakku ke toko buku atau
kau ingin diabaikan. Tapi, cukuplah ajak aku melihat ke luar. Menatap langit.
Itu saja.
Kau
bertanya kenapa?
Langit
selalu memberiku isyarat. Jadi cukup kau temani aku mengeja isyarat-isyaratnya
saat ingin bercakap denganku.
Apa
tujuan isyarat-isyarat itu?
Untuk
siaga. Saat mendung, kita siapkan payung karena akan hujan. Tapi, aku yakin
masih ada isyarat lain. Bantu aku mengejanya sebab hurufnya tak berwajah.
Lalu
kapan kita memperbincangkan tentang hubungan kita?
Bukankah
sekarang sedang berlangsung?
Tapi
Stttt,
ingat aku benci berkisah kasih. Pergilah jika kita telah berbeda sebelum
terlambat.
(Kutipan Novel Saksi langit, Semoga bisa selesai \^_^/ )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar