Rabu, 31 Juli 2013

Saksi Langit

Saat kau ingin mengajakku jalan. Jangan pernah membawaku ke pusat perbelanjaan, ke taman wisata, ke gedung-gedung mewah, ke rumah makan termahal atau keliling dunia. Jangan mengajakku ke gunung, ke lembah, ke taman bunga ataupun ke pantai apalagi ke hutan. Jangan pernah mengajakku ke sudut-sudut dunia yang kumuh karena belum tersentuh kelicikan atau telah muntah-muntah oleh kelicikan itu sendiri, sebab itu, aku yang akan mengajakmu. Jangan pula mengajakku ke toko buku atau kau ingin diabaikan. Tapi, cukuplah ajak aku melihat ke luar. Menatap langit. Itu saja.

Kau bertanya kenapa?

Langit selalu memberiku isyarat. Jadi cukup kau temani aku mengeja isyarat-isyaratnya saat ingin bercakap denganku.

Apa tujuan isyarat-isyarat itu?

Untuk siaga. Saat mendung, kita siapkan payung karena akan hujan. Tapi, aku yakin masih ada isyarat lain. Bantu aku mengejanya sebab hurufnya tak berwajah.

Lalu kapan kita memperbincangkan tentang hubungan kita?

Bukankah sekarang sedang berlangsung?

Tapi


Stttt, ingat aku benci berkisah kasih. Pergilah jika kita telah berbeda sebelum terlambat.


(Kutipan Novel Saksi langit, Semoga bisa selesai \^_^/ )

Tidak ada komentar: