Kamis, 17 Oktober 2013

PERCIKAN DARI LANGIT ITU TAK SELALU HUJAN



Bismillah...

Tak ada kalimat paling indah kulafal selain,
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?"

Di tengah kemarau jiwa mereka, Tuhan tak pernah alpa
Di ujung tebing jurang nista, Tuhan masih tetap menggenggam jiwa yang selalu lupa
Di atas porak-poranda realisasi sistem, Tuhan selalu menggerakkan untuk kembali ingat dan peduli akan realita

Takkan bisa kau kalahkan panggilan nurani
kecuali jika kau ingin tersiksa dan menyiksa diri.

Pagi ini, dari langit terpercik pembasah jiwa yang kering,
ia bukan hujan
ia turun dan tertancap di hati-hati manusia yang terpilih
menjadi berkas cahaya tapi tumbuh seperti pohon
Akarnya menjalar memenuhi ruang hati mereka.

Itu sebab di antara bab-bab yang lain mengapa kita bertahan, kan?
Tanpa perlu banyak bicara,
mereka akan ikut.

Karena sesungguhnya Tuhanlah Yang Selalu Setia Menemani, menggoda nurani.

Kita hanya perlu meniti waktu perlahan untuk sebuah perubahan.

Oh yaa, Ingat, hari ini percikan itu tidak hanya cahaya, sore ini ia turun dengan teguran miris sesekali.
BERSABARLAH!!!
KUATLAH!!!

Tidak ada komentar: