Kelak saya akan menjadi SARJANA PSIKOLOGI...
S.Psi. akan bertengger di belakang nama saya sekaligus
dipundak saya dan semoga juga memenuhi hati dan pikiran saya. Sebab gelar
adalah sebuah amanah. Sebagaimana Tuhan mengamanahkan kepada semua manusia
untuk menjadi abdi dan khalifah di muka bumi ini, sebelum ia kembali ke
pangkuanNya. Maka, semoga gelar ini kelak bisa mengantarku menunaikan
amanah-amanah sejati penciptaanku sebagai manusia dan hamba ALLAH Swt.
Tapi, kadang kuberpikir (saat melihat target LULUS 4 tahun di
Fakultas Psikologi Strata 1)?
Apakah hidup ini adalah hanya untuk berpacu dengan waktu?
Memang di dunia ini kita dibatasi oleh waktu. Dan Tuhan banyak bersumpah
atasnya, Demi Waktu, Demi matahari, Demi Siang dan malam. Semua tentang waktu.
Lantas waktu akan terus berjalan seperti itu, tidak lambat tidak juga cepat
sepanjang masa. Mengapa Tuhan bersumpah atas nama waktu? Sepertinya ini PR
buatku, belum banyak kajianku tentang Al-Qur’an dan saya pantang menerka-nerka.
Tapi, apakah saya akan terus melihat waktu, memasang target tentang waktu,
memacu diri dengan waktu terus-menerus? Waktu yang selalu berjalan sedemikian
anggun, sementara saya kadang cepat melewati waktu tapi paling sering lambat
tertinggal jauh oleh waktu. Lantas jika sudah demikian, saatnyakah saya
menyerah???
Mengapa saya tidak mencoba berpikir secara alami? Soal waktu,
itu urusan Tuhan, kita terus saja berusaha secara natural, menikmati setiap
perjalanan detik ke menit, meniti menit ke jam, jam ke hari, dan seterusnya.
S.Psi. saat titel itu telah duduk manis di belakang nama
saya, itu artinya saya telah layak mendapatkannya. Kelayakan tidak hanya
tentang sekian banyak waktu yang dihabiskan untuk meraihnya, bukan hanya soal seberapa
puluhan juta biaya yang telah dihabiskan untuk meraihnya, bukan seberapa besar
usaha dan sebagainya. Tapi, seberapa layak pribadi saya bergelar Sarjana
Psikologi. Seberapa pantas jiwa saya, hati saya, pikiran saya untuk menggunakan
gelar itu sebagai jembatan Kekhalifaanku di muka bumi.
Untuk Bumiku INDONESIA, Tanah Air Terindah yang Kucintai
Untuk Islam Agamaku, Innaddiina Indallahil Islam.
Dan Untuk ALLAH Swt. Tujuan Hidupku.
ALLAH, kuncinya kuserahkan semuanya padaMu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar