Minggu, 31 Maret 2013

PINTA CINTA


Cintaku adalah satu kesatuan yang utuh tapi ia tersisir oleh waktu hingga terurai dalam ruang-ruang yang kita cicil dengan aliran nafas yang berbatas.

Cinta, dia berperi dalam hati
"Tersumbatlah kau aliran cinta!"

Pelan-pelan irama dunia melantun simpati

"Kujenuh menampungmu."

Cinta, oleh setiap pesona meluluhlantahkan permintaan
sebab bukan itu.

Ketika Cinta berdoa demikian,
"KepadaMu Tuhan datangnya Cinta, kepadaMu Tuhan mengalirlah Cinta, kepadaMu Tuhan kembalinya Cinta, dan kepadaMu tumpuan Cinta.
Maka, selain itu bukan aku Cinta.
Tuhan, tutuplah pintu-pintu, jendela-jendela, kisi-kisi, dan setiap titik-titik yang memberi peluang mengalirnya sesuatu selain Cinta."

Seketika itu semesta mengamini dalam imaji Cinta.

"Tuhan, bungkuslah dengan rapi sepaket perangkat yang normal di masa Cinta kini. Maaf, jika Cinta meminta sesuatu yang kontradiksi. Tuhan, biarkan perangkat itu menyelam hingga tak muncul di aliran sinaps dan menghancurkan kekuatan. Jangan singkap pembawa khilaf itu, cukuplah Cinta yang mengingatMu yang terbuka di persetiap.

"Tuhan, angkatlah sampai tiba saatnya magnet-magnet dunia "itu" sebab Cinta tak ingin memilih."

Cukuplah Engkau Tuhan, cukuplah Engkau pemilih Cinta buat Cinta dan mencintaMu bersama.

Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin..

Tidak ada komentar: