ALLAHkuuu… 5/4/13
Bismillah
Mengapa sulit menyampaikan harapan langsung pada orang
dekatku, pada keluargaku sendiri…
Bulir bening selalu tak tertahan jika kuberucap dari
hati…
Maka diam adalah kebiasaanku. Entah sejak kapan beranjak
karakter itu di dalam diriku. Mungkin sejak kumemutuskan untuk tidak cengeng
lagi seperti kebiasaanku waktu kecil. Jadi anak perempuan bungsu memang selalu
kebiasaanku. Rewel, cengeng, manja, dan keras kepala.
Kematian. Kematian itu sungguh telah mendidikku jauh
lebih dewasa. Kepergian Ayahku di awal waktu menorehkan banyak sekali hikmah di
hidupku.
Tuhan, maka nikmatMu yang Manakah yang dapat kudustakan?
Di awal beranjakku di usia remaja, kau telah menjagaku
dengan rencanaMu yang sungguh indah. Kau telah membukakan cahaya di hatiku, menumbuhkan
cinta kepadaMu. Menyerap seluruh makna hidup.
Tuhan, Kau yang menghadiahkan hati ini untukku. Jagalah
dalam keistiqomahan di jalanMu. Terangkanlah bara cintanya terhadapMu.
Tuhan, ajari aku ikhlas atas segala yang terjadi di hidup
ini. Bukakanlah selalu pintu hatiku untuk membaca setiap makna di hidupku.
Tuhan, ajari aku! Bimbing aku meraih Keagungan CintaMu!
Tuhaaaan…
Tentang cinta pada dunia. Kurasa Kau benar-benar menguji
cintaku.
Tuhan, kuharap bimbinganMu. Jangan biarkan aku terlena oleh pesona
dunia. Tuhan, sucikanlah hatiku. Maafkan aku Tuhan. Izinkan kuberkata “ALLAH, I
LOVE YOU” dan bimbinglah hatiku! Tuhan, Kau Yang Maha Kuasa atas segalanya. Aku
tidak ada daya selain dariMu.
Tuhan, tentang mimpi beberapa malam lalu terus mencuatkan
tanya di hatiku, prasangkaku bahwa hal itu merupakan sewujud pertanyaan akan
cintaku.
Mimpi tentang pasangan hidup. Seseorang yang tak kukenal
sama sekali bahkan tak pernah kulihat sebelumnya di nyataku, Kau datangkan di
dalam mimpiku. Seseorang yang sepertinya akan menjadi pasanganku, dan aku yang
memilihnya tanpa pernah kenal sebelumnya. Seakan aku yang mengajukan lamaran di
dalam mimpi itu.
Seseorang itu ada beberapa kekurangan secara fisik,
tinggi jangkung, putih tapi, cacat kaki kirinya, kulihat ia mengenakan kursi
roda, baju piyama biru muda, dan celana kain putih mengkilap seperti pakaian
pengantin dengan peci putih di kepalanya. Penampilannya kurang maskulin tapi
cukup ramah kelihatan. Ia sepertinya popular, di dalam mimpi itu, kusaksikan ia
lewat TV di atas sebuah panggung pertunjukan.
Dan di dalam mimpi itu, Saudariku bertanya “Apakah kamu
yakin?” pertanyaan yang sepertinya hendak menggoyahkan keyakinanku. Hatiku
ingin menjerit menangis. Hatiku bertanya sendiri “Apakah aku yakin? Atau aku
salah pilih, atau ada yang salah di dalam doaku? Bagaimana pandangan keluarga
besarku nanti, teang-tetanggaku dan semua orang?
Hatiku terus menjerit pada
Tuhan. Lalu terbangun dari tidur.
Orang yang namanya terdiri dari rangkaian empat huruf
itu, tapi kulupa ejaannya, terus kepikiran hingga sekarang. Kucoba menemukan
celah hikmah di balik mimpi itu dan kutemukan makna bahwa Tuhan sedang ingin
mengajariku arti IKHLAS dan bagaimana meredam cinta pada dunia.
Tuhan, mulai hari ini ajari aku atas penerimaan
seikhlasnya karenaMu. Tuhan, kukuatkan hatiku tentang siapapun yang datang
mengajukan diri karena cintaNya padaMu, InsyaALLAH atas izinMu akan kuterima ia
karenaMu karena cintaku TerhadapMu. Bimbing aku Tuhaaan.
“Karena sesungguhnya cinta teragung itu adalah jalinan halal
yang terangkai karena cinta pada ALLAH swt. Bukan atas penilaian manusia”
Pilihkanlah untukku yang terbaik menurutMu, Tuhan. Aku
percaya padaMu. :’) Allah ma’anaa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar