Rabu, 10 April 2013

Jodoh



ALLAHkuuu… 5/4/13

Bismillah
 
Mengapa sulit menyampaikan harapan langsung pada orang dekatku, pada keluargaku sendiri…

Bulir bening selalu tak tertahan jika kuberucap dari hati…
Maka diam adalah kebiasaanku. Entah sejak kapan beranjak karakter itu di dalam diriku. Mungkin sejak kumemutuskan untuk tidak cengeng lagi seperti kebiasaanku waktu kecil. Jadi anak perempuan bungsu memang selalu kebiasaanku. Rewel, cengeng, manja, dan keras kepala.

Kematian. Kematian itu sungguh telah mendidikku jauh lebih dewasa. Kepergian Ayahku di awal waktu menorehkan banyak sekali hikmah di hidupku.

Tuhan, maka nikmatMu yang Manakah yang dapat kudustakan?
Di awal beranjakku di usia remaja, kau telah menjagaku dengan rencanaMu yang sungguh indah. Kau telah membukakan cahaya di hatiku, menumbuhkan cinta kepadaMu. Menyerap seluruh makna hidup.

Tuhan, Kau yang menghadiahkan hati ini untukku. Jagalah dalam keistiqomahan di jalanMu. Terangkanlah bara cintanya terhadapMu.
Tuhan, ajari aku ikhlas atas segala yang terjadi di hidup ini. Bukakanlah selalu pintu hatiku untuk membaca setiap makna di hidupku.

Tuhan, ajari aku! Bimbing aku meraih Keagungan CintaMu!
Tuhaaaan…

Tentang cinta pada dunia. Kurasa Kau benar-benar menguji cintaku. 

Tuhan, kuharap bimbinganMu. Jangan biarkan aku terlena oleh pesona dunia. Tuhan, sucikanlah hatiku. Maafkan aku Tuhan. Izinkan kuberkata “ALLAH, I LOVE YOU” dan bimbinglah hatiku! Tuhan, Kau Yang Maha Kuasa atas segalanya. Aku tidak ada daya selain dariMu.

Tuhan, tentang mimpi beberapa malam lalu terus mencuatkan tanya di hatiku, prasangkaku bahwa hal itu merupakan sewujud pertanyaan akan cintaku.

Mimpi tentang pasangan hidup. Seseorang yang tak kukenal sama sekali bahkan tak pernah kulihat sebelumnya di nyataku, Kau datangkan di dalam mimpiku. Seseorang yang sepertinya akan menjadi pasanganku, dan aku yang memilihnya tanpa pernah kenal sebelumnya. Seakan aku yang mengajukan lamaran di dalam mimpi itu.

Seseorang itu ada beberapa kekurangan secara fisik, tinggi jangkung, putih tapi, cacat kaki kirinya, kulihat ia mengenakan kursi roda, baju piyama biru muda, dan celana kain putih mengkilap seperti pakaian pengantin dengan peci putih di kepalanya. Penampilannya kurang maskulin tapi cukup ramah kelihatan. Ia sepertinya popular, di dalam mimpi itu, kusaksikan ia lewat TV di atas sebuah panggung pertunjukan.

Dan di dalam mimpi itu, Saudariku bertanya “Apakah kamu yakin?” pertanyaan yang sepertinya hendak menggoyahkan keyakinanku. Hatiku ingin menjerit menangis. Hatiku bertanya sendiri “Apakah aku yakin? Atau aku salah pilih, atau ada yang salah di dalam doaku? Bagaimana pandangan keluarga besarku nanti, teang-tetanggaku dan semua orang? 

Hatiku terus menjerit pada Tuhan. Lalu terbangun dari tidur.
Orang yang namanya terdiri dari rangkaian empat huruf itu, tapi kulupa ejaannya, terus kepikiran hingga sekarang. Kucoba menemukan celah hikmah di balik mimpi itu dan kutemukan makna bahwa Tuhan sedang ingin mengajariku arti IKHLAS dan bagaimana meredam cinta pada dunia.

Tuhan, mulai hari ini ajari aku atas penerimaan seikhlasnya karenaMu. Tuhan, kukuatkan hatiku tentang siapapun yang datang mengajukan diri karena cintaNya padaMu, InsyaALLAH atas izinMu akan kuterima ia karenaMu karena cintaku TerhadapMu. Bimbing aku Tuhaaan.

“Karena sesungguhnya cinta teragung itu adalah jalinan halal yang terangkai karena cinta pada ALLAH swt. Bukan atas penilaian manusia”
Pilihkanlah untukku yang terbaik menurutMu, Tuhan. Aku percaya padaMu. :’) Allah ma’anaa.

Tidak ada komentar: