Dear, Anak-anakku…
Semoga Allah Swt. memberiku kesempatan melahirkanmu dan mendidikmu.
Harapan, perencanaan,
Baginya tiada istilah terlalu cepat. Karena dalam mempersiapkan generasi, lebih cepat lebih siap…
Semoga Allah Swt. memberiku kesempatan melahirkanmu dan mendidikmu.
Maka kini, aku masih
mempersiapkan pondasi-pondasi madrasah sebagai tempat belajarmu kelak di dalam
buaianku.
Harapan, perencanaan,
Baginya tiada istilah terlalu cepat. Karena dalam mempersiapkan generasi, lebih cepat lebih siap…
Aku ingin kalian kelak bisa
bertanya sepuasnya padaku, sebagaimana masa kecilku dahulu, Sayangku. Yang
penuh pertanyaan dan rasa ingin tahu.
Bukankah itu signal untuk
mendidikmu maksimal? Minimal sebagai alim ulama (pemangku ilmu). Aamiin Yaa
Rabb :’))
Maka, PR besar buat diriku untuk belajar
selalu lebih giat dari waktu ke waktu, hingga kalian bisa berkata “My
mother is My library… Al Umm hiya muktabati.” Sembari menyempurnakan baktiku
kepada Ibundaku, Ibu kita, Nak.
Sayangku… mari kita mempercayai
dan meyakini bahwa “keinginan” yang luhur, jujur, dan ikhlas in syaa Allah akan
benar-benar terwujud.
Luhur, jujur, dan ikhlas tak
sekedar terucap di lisan, akan tetapi ia menyala benderang di dasar hati dan
menjelma sikap dan perilaku sebagai segenap ikhtiar.
Tersayang,
Al Umm yang
mencintaimu dan merindukanmu sejak jauhnya singkap temu
_Makassar, 22 November 2015
Anggaplah ini semacam cinderajiwa,
sebagaimana cinderajiwanya Ibnu Taimiyah, yang diselamatkan oleh muridnya Ibnul
Qayyim Al Jauziyah…
“Benteng manakah di Prancis yang paling kuat?” pertanyaan tersebut pernah diajukan kepada Napoleon Bonaparte. Apa jawabnya? “Para ibu yang baik.”Anakku, suatu kesyukuran aku terlahir sebagai perempuan adalah adanya peluang untuk menjadi IBU... Al Umm…Tarbiyah – Khilafah – SyariahSaya mengutip beberapa tulisan dari Cinderajiwa Ust. Solikhin berikut:Betapa dahsyat bila aktivis dakwah yang bergerak dalam tarbiyah, menggaungkan khilafah dan mensosialisasikan syariah bersatu padu menjadi kekuatan yang tiada saing tiada banding. Bukankah masing-masing tak bisa tegak sendirian. Bukankah masing-masing saling membutuhkan, melengkapi, dan menyempurnakan shaf pergerakan?Tidak mungkin kita mengadakan hiwar haraki, saling berkomunikasi antarorganisasi bukan pamer kekuatan dan arogansi. Maaf, jangan saling jegal dan saling cekal yang membuat energi umat hilang tersebar, sehingga mudah terinfiltrasi dan dipecah belah oleh musuh-musuh Islam. Hati-hati!Karenanya, tugas mendidik generasi ini sangat penting dalam birrul walidain. Bukan sekedar untuk kebahagiaan diri sendiri tetapi menyiapkan asset umat sebagai motor perubahan dan aktor utama peradaban. Kata, ust. Solikhin, menanam saham riil untuk peradaban Islam. Itulah tugas kita.Kata Ust. Anis,akan ada waktu kiranya di mana ummat manusia akan sulit membedakan antara pesona kebenaran Islam dengan pesona kepribadian Muslim.Tentu hal tersebut dimulai dengan satu kata awal yang menyejarah, TARBIYAH…